Kamis, April 22, 2010


It’s All because My Cat

“Huwaaaaaaa........” Jeritku sekuat tenaga. “Dasar Unnie jahat!”

“Sekarang, kembalikan saputangan itu!” Pekikku kesal.

“Huweeeeekz!” Unnie berlari pergi menghindariku sambil memelet-meletkan lidahnya.

Aku terus saja menangis, menjerit kesal. Aku kesal dengan kakakku! Aku benci dengannya! Kenapa aku harus mempunyai kakak perempuan yang benar-benar usil seperti ini?!

Aku mengusap air mataku lalu kembali ke kamar. Kuhempaskan pintu kamar sekuat tenaga. Betapa kesal diriku, ketika kuingat lagi kejadian itu. Teganya Unnie melakukan itu? Teganya Ia mengambil ciuman pertamaku?! Padahal aku ingin melakukannya dengan orang itu, orang yang selama ini aku sukai. Dasar Unnie menyebalkan! Kutenggelamnkan diriku dalam raungan tangis sepanjang hari itu.

--------------------------------------------------------

“Hyechan, bangun! Sudah siang nih, nanti kau telat ke sekolah!”

Terdengar suara seseorang yang sudah sangat kukenal. Aku berjalan gontai keluar dari kamarku menuju kamar mandi.

“Hyechan, soal kemarin. Kakak minta maaf, ya? Kakak janji deh, gak akan begitu lagi.”

Aku melengos pergi tak memperdulikan omongannya. Sepanjang pagi ini, aku tak bicara sepatah katapun dengan Unnie. Aku masih sangat kesal dengan perbuatannya padaku hari itu.

“Ayo dong, Hyechan. Jangan diem gitu terus dong. Gak enak nih rasanya!”

“Rasain.” Pikirku. “Aku lebih gak enak, tau gak sih kak!” Timpalku lagi dalam hati.

“Aku pergi!” Ucapku acuh tak acuh.

Hari ini, aku putuskan pergi ke sekolah sendiri. Aku sedang tidak ingin pergi bersama Dina Unnie dan Pacarnya yang bernama Yesung itu. Mereka berdua sama! Sama-sama aneh dan sama-sama menyebalkan! Sepanjang jalan kulalui dengan bersungut-sungut ria pagi itu.

“Hyechan-ah!” Panggil sebuah suara dibelakangku.

Kutolehkan kepalaku ke sumber suara yang memanggilku tadi. Betapa kagetnya aku, ternyata orang yang memanggilku adalah orang itu. orang yang selama ini, aku sukai. Orang yang selama ini, aku ingin memberikan ciuman pertamaku untuknya. Meskipun sudah tidak mungkin aku melakukan itu. “Arrrrrrrrgh, Unnie jahat!” Tiba-tiba aku ingat kembali kejadian itu. Kugelengkan kepalaku kuat-kuat.

“Loh, Hyechan-ah kenapa? Kau pusing?” Tanyanya.

“Kyuhyun Sunbae?!” Ujarku kaget tak percaya, ternyata yang memanggilku itu adalah Kyuhyun Sunbae. “Gak kok, aku gak apa-apa Sunbae.” Jawabku malu ketika aku sadar ternyata ia melihat tingkahku tadi.

“Tumben gak pergi bareng Dina-ah dan Yesung.” Tanyanya heran.

“Lagi gak pengen aja, Sunbae.” Jawabku sekenanya.

“Ya! Jangan panggil aku Sunbae dong. Panggil aku Oppa saja, ya?” Pintanya manja.

Sontak kurasakan panas disekujur tubuhku, terutama wajahku. Tidak! Pasti mukaku sudah seperti kepiting rebus saat ini! Segera kutolehkan kepalaku kearah lain, kucoba sembunyikan perasaanku saat ini.

Laki-laki bernama Kyuhyun itulah orang yang selama ini aku sukai. Aku menyukainya sejak pertama kali ia datang kerumahku. Kyuhyun Oppa adalah teman sekelas Dina Unnie. Dia sering datang kerumah kami untuk belajar kelompok bersama Unnie dan pacar Unnie-ku yang bernama Yesung. Kyuhyun Oppa adalah orang yang benar-benar lembut dan perhatian. Ia selalu bersikap seperti itu kepadaku. Aku senang sekali dengan sikapnya itu. meskipun, bukan hanya denganku dia seperti itu. Tapi aku tetap menyukainya. Semakin lama, semakin menjadi perasaan itu! “Omona~ Kyuhyun Oppa, saranghae!”

“Oppa, jangan manja gitu dong aku jadi mau nih!” Batinku menjerit gak jelas.

“Wae? Kamu gak suka manggil aku Oppa, ya?” Tanyanya yang kebingungan melihat tingkahku yang gak jelas.

“Bukan, bukan begitu Oppa!” Potongku secepat kilat. “Aku suka. . . hanya belum terbiasa.” Lanjutku malu.

“Kalau begitu, biasakan. Okey?” Diusapnya kepalaku dengan lembut.

“Ya aloh, aku mohon. Teruslah seperti ini, gak usah sampe-sampe ke sekolah. Aku rela deh, jalan berdua terus kayak gini.” Doaku penuh harap.

Tak kusangka keputusanku untuk pergi sekolah sendiri, akan berbuah manis seperti ini.

“Baiklah kalau begitu. Mulai besok, aku akan pergi jalan kaki ke sekolah. Hwaiting!!!” Pekikku tiba-tiba dikelas memecah keheningan dan ketenangan saat pelajaran Fisika. Tiba-tiba aku tersadar. Ternyata, seisi ruangan kelas ini sedang memandangku dengan aneh.

“Ahn Hyechan. Kau sedang tidur di kelas, ya?!” Ucap Seunghwan Songsaenim geram. “Lekas, cuci muka sana!” Lanjutnya

Aku beranjak dari bangkuku menuju toilet khusus untuk anak perempuan. Tiba-tiba langkahku terhenti. Kulihat sosok yang sepertinya aku kenal sedang asyik bermain basket di lapangan sekolah.

“Oppa?”

Aku segera berlari menuju lapangan basket. Kusembunyikan tubuhku dibalik tembok aula yang bersebrangan dengan lapangan bola basket itu. Kupandang Oppa Kyuhyun dari kejauhan.

“Hayoooo. . . sedang apa Hyechan kecil disini?” Tiba-tiba sebuah suara mengagetkanku.

“Siwon Sunbae?!”

“Kenapa kau disini, anak kecil?! Pasti sedang bolos?” Tebaknya menyelidik.

“Gak kok! Aku habis dari kamar kecil, Sunbae.” Jelasku sewot padanya.

“Atau, kau kemari karena ingin mengintipku ya?” Selidiknya lagi dengan pede.

“Aniyo. Mana mungkin aku mau mengintip orang sepertimu, Sunbae. Ih. . . gak jelas banget sih!” Elakku keras.

“Sudah, sudahlah Hyechan kecil, mengaku saja. Aku tahu, kau nge-fans berat sama Choi Siwon yang tampan ini kan?” Kekehnya.

“Astaga naga, ada orang tampan ya disini?” Dengusku. “Aku tadi benar-benar habis dari kamar kecil.” Sungutku lagi.

“Kamar kecil? Emang ada ya, kamar yang kecil?” Ejeknya.

“Aissh, kau ini benar-benar menyebalkan, Sunbae!”

“Mwo?”

“Aku mau kembali dulu ke kelas!” Ujarku kesal.

“Jankaman Hyechan!”

Aku berhenti sejenak dan menoleh. “Wae? Sunbae ingin mengerjaiku lagi?!” Tanyaku ketus.

“Aisssh, anak ini. Cepet amit tersinggungnya.” Siwon Sunbae berlari menuju kearahku. “Ayo, ikut aku saja. Kita bersenang-senang.” Lanjutnya sambil menarik paksa tanganku ikut bersamanya.

“Tunggu Sunbae! Ini namanya bolos, tahu!” Protesku cepat.

“Sekali-sekali dong. Jangan jadi anak manis melulu.”

Akhirnya kami sampai didepan sebuah kelas bertuliskan kelas XII IPA 1.

“Ya aloh, ini kan kelasnya Kyuhyun Oppa!” Jeritku dalm hati.

Aku terdiam terpaku melihat tulisan di depan kelas itu.

“Loh kok malah diem disitu? Ayo, cepet masuk anak kecil!” Ujar Siwon Sunbae mengagetkanku.

“Kenapa kita kesini, Sunbae?” Tanyaku akhirnya.

“Uhm, kenapa ya?” Siwon Sunbae berlagak berpikir. “Temani aku saja, Ok anak manis!” Sambungnya genit.

“Molla! Aku gak mau. Lebih baik aku kembali ke kelas aja deh.” Protesku keras kepada Sunbae.

Siwon Sunbae segera menarikku masuk kedalam kelas itu dengan paksa. Sekuat tenaga aku memberontak, namun usahaku sia-sia. Tenaga Siwon Sunbae jauh lebih besar daripada tenagaku.

“Kau duduk disini.” Perintahnya menarikku dengan kuat sampai-sampai aku jatuh terduduk diatas bangku itu.

“Nah kan, kalo gini kita jadi teman sebangku deh!” Ujarnya senyum-senyum sendiri. “Kau tahu Hyechan, bangku yang sedang kau duduki itu adalah bangku Kyuhyun.” Terangnya kemudian mengagetkanku.

“Mwo? Ini tempat dimana Kyuhyun Oppa duduk dikelas dan menghabiskan sebagian besar harinya disini, di kursi yang kududuki ini?” Batinku tak percaya.

Segera kupandang keadaan sekeliling tempat dimana aku sedang duduk saat ini. Dari tempat ini, aku dapat melihat laboratorium Biologi yang letaknya tepat didepan berseberangan dengan sebuah taman yang berada disamping kelas ini. Banyak hal yang bisa dilihat dari sini, karena memang bangku ini terletak paling ujung dan terdapat sebuah jendela disampingnya. Dari tempat ini juga, baru kusadari bahwa aku bisa melihat lalu-lalang orang yang lewat menuju dan keluar dari toilet sekolah.

“Astaga! Berarti, Oppa juga bisa melihatku kalau aku sering mondar-mandir ke kamar kecil?” Simpulku tiba-tiba.

Segera kututup mukaku dengan kedua tanganku. Aku benar-benar merasa malu ketika kusadari hal itu. Lalu, kuhamburkan lagi pandanganku keruangan kelas. Pandanganku terhenti saat kusadari bahwa Siwon Sunbae sedang menatapku. Tatapannya benar-benar aneh. Sontak wajahku memerah.

“Eh, ada adik ipar ternyata disini.” Tiba-tiba sebuah suara muncul dan mengagetkan kami berdua.

“Aisssh, ternyata kau Yesung! Aku kira kau siapa.” Gerutu Siwon Sunbae.

“Wae? Aku mengganggu ya?” Protesnya kesal. “Hey siwon, ingat! Hyechan itu adik iparku. Kau jangan macam-macam! Lagipula, aku sudah memilih seseorang untuknya.” Ujar Yesung Oppa mengingatkan.

“Mwo? Apa aku tidak salah dengar? Memilih seseorang katanya?” Tanyaku dalam hati bingung.

“Maksudnya, Oppa?” Tanyaku tak mengerti.

“Sudah ya, anak kecil. Sekarang, lekas kau balik ke kelas lagi.” Perintah Siwon Sunbae seenaknya.

“Tapi aku belum. . .” Belum sempat aku menyelesaikan ucapanku, Siwon Sunbae sudah mendorongku keluar dari kelasnya.

Aku berjalan dengan kesal menuju kelasku. Kutolehkan lagi kepalaku kearah kelas dimana aku tadi berada. Nampak Yesung Oppa sedang berbicara serius dengan Siwon Sunbae. Entah apa yang mereka bicarakan.

BRUUUKKK!

Tiba-tiba aku terjatuh. Aku segera membersihkan lututku dari debu. Kutolehkan kepalaku menengadah keatas.

“Kyuhyun Oppa?” Aku kaget dan segera berdiri. “Mianhae Oppa!”

“Aisssh, kau ini Hyechan-ah! Selalu saja ya ceroboh. Kalau jalan itu lihat-lihat anak manis.” Ujarnya lembut.

“Mwo? Aku tidak salah dengar kan? Barusan dia bilang aku anak manis?” Sorakku gembira dalam hati.

“Aku kembali ke kelas dulu ya.” Dielusnya kepalaku dengan lembut.

“Omona~ Kyuhyun Oppa aku makin menyukaimu!”

Kurasakan lagi sensasi itu. Selalu, setiap bersama laki-laki itu aku pasti akan seperti ini. Tidak! Pasti sekarang mukaku sudah merah membara membabi buta.

--------------------------------------------------------

“Annyeong. Aku pulang!”

“Hyechan, darimana saja jam segini baru pulang kerumah.” Berondong Unnie tiba-tiba.

“Aku gak dari mana-mana. Aku hanya dari toko kaset melihat-lihat kaset Super Junior.” Jawabku cuek.

“Gak kemana-mana apanya?! Itu namanya dari mana-mana tahu!” Gerutunya,

“Ah, Unnie. Aku kan hanya telat satu jam saja.” Sungutku.

“Setidaknya kan, kau bisa kirim kabar. Jangan buat aku cemas dong.” Protesnya.

“Ya. . .ya. Lain kali aku bilang-bilang deh kalau mau pulang telat.”

“Ya sudah, cepat ganti baju. Bantu aku membereskan rumah.” Perintahnya.

“Mwo? Gak mau! Kan yang kedatangan tamu itu Unnie. Kenapa susahnya ngajak-ngajak aku sih?” Protesku gak terima. “Paling-paling yang datang kesini Yesung Oppa juga.” Sambungku lagi.

Sudah bisa kutebak. Kakak perempuanku ini selalu saja begitu. Hanya satu hal yang bisa membuatnya turun tangan sendiri untuk beres-beres. Gak lain dan gak bukan pasti karena pacarnya Yesung itu. Dan, hanya akulah satu-satunya orang yang selalu direpotkan oleh kebiasaan aneh Unnie-ku itu. Dasar pasangan aneh!

“Aisssh, kau ini. Sekali-kali bantu kakakmu dong.”

“Sekali-kali apanya! Sekali-kali dari Hung Kung!” Gerutuku.

“Nanti ada Kyuhyun dan Siwon juga kok kesini.’

“Kyuhyun Oppa?” Ujarku tiba-tiba.

“Iya.” Jawabnya sambil membereskan meja dan sofa.

“Aku ganti baju dulu deh!” Kataku berjalan tergesa-gesa.

“Dasar Hyechan! Kalau mendengar nama itu saja, mood-nya langsung berubah.”

Aku segera bergegas menuju kamar berganti pakaian seragamku. Hatiku begitu senang ketika kudengar nama itu akan datang kerumahku. Aku jadi tidak sabar menunggu Oppa kesini.

“Anyeong.” Terdengar suara dari arah depan. Unnie segera beranjak dari tempatnya menuju pintu depan melihat siapa yang ada didepan.

“Oppa.”

“Jagiya, kau sendirian?” Tanya Yesung Oppa pada Unnie.

“Tidak. Ada Hyechan kok dirumah. Ayo masuk.”

“Anyeong.” Ucap sebuah suara yang sangat kukenal. “Hyechan-ah, rajin sekali.” Puji suara itu tiba-tiba. Dilihatnya aku sedang menyapu.

“Oppa. . .” Ucapku tercekat.

Aku benar-benar tidak percaya, aku akan mendengar kata-kata itu dari bibirnya. Kalau bisa dikatakan, mungkin aku sudah terbang karena senang mendengar pujian itu.

“Aissh, Hyechan-ah. Kalau jadi wanita itu memang harus rajin. Gimana jadinya nanti kalau kau jadi istriku?” Timpal Siwon Sunbae seenaknya.

Aku yang tadinya masih terbuai terlena sampai langit ke-tujuh karena pujian Kyuhyun Oppa, tiba-tiba jatuh terhempas keras kebawah ketika mendengar kata-kata dari Siwon Sunbae yang menyebalkan itu.

“Istri kepalamu peyang!” Gerutuku kesal.

Aku duduk di sofa sambil menonton acara kesukaanku. Sekali-kali kucuri pandang ke arah Kyuhyun Oppa. Kulihat raut wajahnya yang sedang serius mengerjakan tugas sekolah bersama Unnie dan yang lainnya. Memandang wajah Oppa benar-benar pemandangan yang menyejukan dan menyegarkan ditengah kemaraunya dan panasnya hamparan gurun hati ini. (Author: Ceileee, kata-katanya!) Aku tersenyum sendiri, ketika kulihat raut mukanya yang beberapa kali tampak kebingungan ketika mengerjakan soal-soal tugas itu. Tiba-tiba Kyuhyun Oppa menyadari bahwa aku sedang memperhatikannya.

“Mwo hae Hyechan-ah, ada yang lucu ya?” Tanyanya tak mengerti.

Aku tersentak kaget. Aku benar-benar malu ketika ia sadar bahwa aku sedang memperhatikan dirinya.

“Ani Oppa. Aku hanya melamun tadi.” Elakku sembarangan.

Kyuhyun Oppa hanya tersenyum mendengar ucapanku.

“Kyu, kau lapar tidak?” Ujar Yesung Oppa tiba-tiba mengagetkannya.

“Ya, lumayan.” Jawab Kyuhyun Oppa.

“Jagi, kita cari makan yuk?” Saran Yesung Oppa kepada Unnie.

“Oppa sudah lapar, ya?” Tanya Unnie. Yesung Oppa hanya mengangguk.

“Baiklah, kita cari makan. Lagi pula, kasian Hyechan. Mungkin dia juga belum makan sepanjang siang ini.” Jawab Unnie melihat kearahku.

“Hyechan, mau ikut kami tidak?” Tawar Yesung Oppa padaku.

Aku menggeleng. Aku sedang asyik nonton acara kesukaanku saat ini, apalagi episode ini lagi seru-serunya.

“Yakin?” Tanya Unnie memastikan.

“Gak kok Unnie. Aku titip saja. Nanti aku makan dirumah saja, ya.” Jawabku tanpa mengalihkan pandanganku dari Televisi.

“Baiklah.”

“Hyung, kau tidak ikut?” Tanya Yesung Oppa kepada Siwon Sunbae.

“Gak ah, aku titip juga. Aku mau tidur siang sebentar.” Jawabnya sambil tidur-tiduran.

Unnie dan yang lain saling pandang. Akhirnya mereka pergi mencari makan siang itu.

“Hey, Hyechan-ah. Lagi nonton apa sih?” Tanyanya yang tiba-tiba melompat ke sofa dan duduk disampingku.

“Arrrrrgh, Siwon Sunbae! Berhentilah mengagetkanku seperti itu. seperti orang kurang kerjaan saja.” Protesku sebal.

“Loh, memangnya tidak boleh?” Tanyanya tak perduli.

“Tunggu! Bukankah seharusnya kau pergi beli makanan bersama yang lain?” Tanyaku bingung.

PLETAAKKK!

Tiba-tiba Siwon Sunbae menyentil keningku keras sekali. Aku mengusap-usap keningku yang kesakitan.

“Sakit tahu! Gak mau tahu, tanggung jawab. Kepalaku benjol, Sunbae!” Kataku yang benar-benar kesal dengan kelakuan laki-laki menyebalkan ini.

“Dasar babo! Memangnya, kau tadi tidak dengar kalau aku juga tidak ikut mereka?” Gerutunya. “Gara-gara sinetron tuh pasti.” Lanjutnya lagi.

“Tanggung jawab! Aku gak mau tahu, pokoknya Sunbae harus tanggung jawab atas kebenjolan kepalaku ini.” Ucapku lagi yang kali ini benar-benar marah.

“Oh ya? Benarkah kau mau tanggung jawabku?” Tiba-tiba Siwon Sunbae mendekat kearahku. Semakin lama semakin dekat. Terdengar olehku nafasnya yang memburu.

“Kau ingin aku bertanggung jawab apa?” Siwon Sunbae berkata lembut.

Tak kupercaya, ternyata laki-laki ini dapat berkata dengan nada suara selembut itu. Tapi, tunggu dulu! Kenapa dia semakin lama semakin mendekat padaku? Mukanya hanya beberapa inch saja dari mukaku. Ya ampun, apa yang akan dia lakukan?!

“Wah benar. Kepalanya benar-benar benjol ya?” Ucapnya sambil memegang jidatku yang benjol tadi dengan lembut. “Kalau begitu, begini saja ya. . .”

CHUUUPPPPP!

Tiba-tiba sebuah kecupan mendarat dijidatku yang benjol tadi. Masya aloh, apa yang dilakukan laki-laki ini?! Beraninya ia melakukan itu?! Batinku berkecamuk setelah perbuatan yang ia lakukan padaku barusan. Ada perasaan marah dan berang atas perbuatannya itu, namun aku hanya bisa diam pasrah dengan keadaan itu. aku shock, tubuhku masih belum bisa memahami keadaan ini sepenuhnya. Ada perasaan hangat ketika ciuman itu mendarat di keningku tadi, namun. . .

“Bagaimana, apa sudah lebih baik?” Tanya Siwon Sunbae tiba-tiba.

Aku hanya diam terpaku. Aku tidak tahu harus menjawab apa dan berbuat apa. Tiba-tiba Siwon Sunbae manatapku dengan tatapan yang dalam. Dipegangnya kedua pipiku dengan tangannya. Mukanya mendekat perlahan kearah bibirku. Sesaat sebelum kejadian itu. . .

“Kami pul. . .ang.” Tiba-tiba terdengar suara Unnie yang terputus mengagetkan kami berdua.

Sontak Siwon Sunbae melepas pegangannya dari pipiku dan menjauh dariku. Aku yang sedari tadi memang shock dengan keadaan ini, hanya diam –karena aku memang masih shock– terpaku.

“Kalian. . .” Ucap Yesung Oppa menggantung. “Siwon, apa yang barusan kau lakukan?” Tanya Yesung Oppa, nada suaranya meninggi.

Siwon Sunbae hanya diam menunduk. Tak sepatah katapun terucap dari bibirnya.

“Baiklah kalau begitu, Dina-ah. Sebaiknya aku pulang dulu.” Ucap Kyuhyun Oppa tiba-tiba menaruh bungkusan makanan diatas meja. Matanya merah dan suaranya terdengar lirih. Segera ia pergi beranjak dengan cepat keluar rumah.

“Kyu, tunggu!” Ucap Yesung Oppa mengejar Kyuhyun Oppa yang sudah berjalan tergesa-gesa. “Jagiya, aku susul Kyuhyun dulu.” Pekiknya meminta izin kepada Unnie.

Unnie hanya diam menatap kami berdua. Dari raut wajahnya, jelas terlihat kalau ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang barusan ia lihat.

“Hyechan, Siwon-ah. Apa yang kalian lakukan tadi?” Tanyanya datar.

“Unnie, ini tidaklah seperti yang Unnie pikirkan.” Jawabku lirih.

“Dina-ah, mianhae. Ini semua salahku. Kau jangan menyalahkan Hyechan, dia tidak salah apa-apa.” Ujar Siwon Sunbae merasa bersalah.

“Siwon-ah, sebaiknya kau pulang saja dulu. Aku rasa Hyechan dan aku butuh waktu untuk beristirahat.” Saran Unnie tanpa ekspresi.

Siwon Sunbae segera membereskan buku-bukunya. Ia pamit dan beranjak pergi dari rumah kami.

Unnie duduk disampingku. Mukanya masih datar, tanpa ekspresi. Aku tahu betul, sebenarnya perasaan apakah yang ia rasakan saat ini. Ia pasti sedang marah, sangat marah padaku.

“Coba kau ceritakan semuaya padaku, Hyechan. Apa yang terjadi?” Ucapnya tanpa menoleh kearahku.

“Tapi, janji ya, Unnie jangan marah dulu.” Ucapku semakin lirih. Air mataku meleleh.

Kuceritakan semua kepada Unnie tentang kejadian tadi. Sesekali air mataku menetes ketika kuceritakan kronologi itu. Aku malu, bingung dan kesal dengan kejadian tersebut. Unnie hanya diam dan mengangguk beberapa kali tanda mengerti dengan penjelasanku.

“Jadi kesimpulannya, apakah kau punya perasaan kepada Siwon-ah?” Tanyanya meminta kejelasan.

Ku pandang Unnie dan kugelengkan kepalaku kuat-kuat memberi jawaban. Aku yakin betul, perasaanku hanya untuk satu orang saja. Dan orang itu hanyalah Kyuhyun Oppa.

“Kyuhyun Oppa, Mianhae. . .” Bisikku dengan air mata yang mengalir deras dipipiku.

-------------------------------------------------------

Pagi ini, kuhamburkan pandanganku kearah lapangan basket mencoba mencari tahu apakah Kyuhyun Oppa ada disana. Kulihat beberapa anak laki-laki sedang bermain basket di lapangan itu, namun tak kujumpai sosok Kyuhyun Oppa disana. Kemanakah Kyuhyun Oppa? Apa ia sedang sakit? Lalu segera kulangkahkan kakiku menuju kelas dimana Kyuhyun Oppa seharusnya berada. Aku tidak tahu lagi, kemana aku harus mencari dirinya.

“Mian Sunbae, numpang tanya. Apakah Kyuhyun Oppa ada?” Tanyaku kepada seorang kakak kelas yang juga satu kelas dengan Kyuhyun Oppa. Kulihat di bet namanya tertera nama Kim Ryeo Wook.

“Oh, Kyuhyun. Dia tidak masuk sekolah hari ini. Sepertinya ia sakit.” Jawab anak laki-laki yang bernama Ryeowook itu.

Aku diam menatap bangku Kyuhyun Oppa dengan sedih. “Gomawo, Sunbae atas informasinya.” Aku segera pamit pergi.

“Oppa sedang sakit? Tidak, ini pasti gara-gara kejadian kemarin. Oppa, Mianhae. Jeongmal mianhae.” Isakku terduduk sendiri ditaman sekolah.

Akhirnya jam sekolahpun berakhir. Aku berjalan gontai meninggalkan kelasku. Aku benar-benar sedih dan tak tahu harus berbuat apa agar untuk menebus perbuatanku pada Kyuhyun Oppa. Ini semua salahku! Gara-gara aku Oppa jadi seperti ini. (Author: Pede banget nih anak nyangka Khyuhyun jadi kek gini gara-gara dia. *disambit sepatu ma yang punya nama*). Tak ada semangat kurasakan dalam diriku saat ini.

“Hyechan! Hyechan!” Tiba-tiba terdengar suara Unnie memanggilku.

“Unnie?’

“Hyechan, cepat kau ikut aku! Ada hal yang benar-benar gawat terjadi pada Kyuhyun.” Ucapnya tersengal-sengal setengah berlari menuju kearahku.

“Apa? Kyuhyun Oppa kenapa, Unnie?” Tanyaku kaget bercampur cemas.

“Sebaiknya kau ikut kami. Nanti Unnie ceritakan padamu di mobil.” Ujar Unnie segera mengajakku masuk kedalam mobil Yesung Oppa.

“Unnie, apa yang terjadi pada Oppa?” Tanyaku cemas.

“Hyechan, kita harus cepat.” Ucapnya lagi semakin membuatku penasaran dan cemas. “Oppa, cepat kita harus mengejar waktu. Jangan sampai telat.” Pintanya kepada Yesung Oppa.

“Unnie! Apa yang terjadi dengan Kyuhyun Oppa? Aku mohon cepat katakan!” Jeritku terisak. Aku benar-benar cemas sekarang.

“Hyechan, aku dengar dari teman Kyuhyun kalau dia hari ini akan pindah ke Jepang. Dan lebih buruknya lagi, Ia gak akan kembali lagi ke Korea.” Kata-kata Unnie itu bagaikan petir yang menyambarku disiang bolong. Aku benar-benar kaget dan tidak percaya dengan ucapannya barusan.

“Tidak! Mana mungkin Oppa akan pergi, Unnie?! Ini pasti bercanda!” Ucapku lirih tak percaya.

“Mianhae, Hyechan. Tapi, inilah yang sebenarnya. Kami tahu kau sangat menyukai Kyuhyun. Dan, kami juga yakin, sesungguhnya Kyuhyun juga menyukaimu. Kami hanya ingin, kau tidak menyesal nantinya ketika kau sudah mengungkapkan perasaanmu padanya.” Terang Yesung Oppa pelan.

“Oppa. . . Tidak, jangan tinggalkan aku, Oppa.” Isakku sepanjang perjalanan itu.

------------------------------------------------------

Kami sampai dipelataran sebuah rumah yang cukup besar dan luas. Nampak tertera nama keluarga Cho dipintu masuknya. Aku segera berlari menuju pintu rumah itu. Kuketuk dengan tak sabar pintu itu.

CEKLEEEKKKK!

Terdengar suara pintu terbuka dari dalam. Muncul sesosok laki-laki paruh baya dari pintu itu.

“Maaf, nona. Anda siapa dan mencari siapa ya?” Tanya laki-laki itu.

“Saya Ahn Hyechan, teman Cho Kyuhyun. Saya mencari Kyuhyun. Apa dia ada?” Kataku tak sabaran.

“Mianhae, ahjussi. Kami mencari Kyuhyun kemari.” Tambah Yesung Oppa sopan.

“Tuan Kyuhyun ada, dia sedang beres-beres diatas. Silahkan masuk.” Ujar laki-laki itu mempersilahkan kami masuk.

Aku segera berhambur masuk kedalam rumah itu. Kuarahkan pandanganku kesegala penjuru mencari tahu keberadaan Kyuhyun Oppa.

“Unnie. . .” Isakku pada Unnie.

“Shin ahjussi, siapa itu?” Tiba-tiba terdengar suara Kyuhyun diiringi kemunculan dirinya menuruni tangga menuju kelantai satu.

“Oppa.” Panggilku lirih

“Hyechan-ah?”

Aku segera berlari berhambur kearahnya. Kupeluk tubuhnya erat-erat, tak ingin kulepas lagi. Tangisku meledak dipelukannya.

“Hyechan-ah, kenapa ini? Ada apa?” Tanyanya tak mengerti.

“Ada apa katamu, Oppa?! Bisa-bisanya kau tidak berkata apapun padaku. Bisa-bisanya kau buat diriku cemas setengah mati karenamu! Bisa-bisanya kau akan pergi meninggalkan aku!” Jawabku cepat bertubi-tubi tak perduli lagi dengan semua kebingungan Kyuhyun Oppa.

“Tunggu, aku akan pergi? Kau tahu darimana Hyechan-ah?” Tanyanya lagi lebih bingung dari yang sebelumnya.

“Tidak penting aku tahu darimana, Oppa. Aku hanya ingin kau tahu, Oppa. Aku menyukaimu sejak pertama kali kau datang kerumah kami. Aku menyukaimu. karena sikapmu dan dirimu yang seperti itu. Semakin lama, aku semakin meyukaimu Bahkan, aku telah jatuh cinta padamu. Betapa teganya kau, jika kau akan pergi ke Jepang meninggalkanku seperti ini. Saat dimana aku telah ketergantungan dirimu, saat dimana kau telah menjadi candu hidupku, saat dimana tak ada hari tanpa dirimu dalam hidupku.” Berondongku dengan tangis yang semakin menjadi.

Kyuhyun Oppa hanya diam menatapku tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar itu. Ditatapnya dalam-dalam mataku dan diusapnya kedua pipiku yang telah dibanjiri air mata.

“Hyechan-ah, aku juga ingin kau tahu sesuatu. Aku juga mencintaimu. Lama, sejak dulu sebelum kau mencintaiku. Ingatkah kau dulu, sewaktu kau berlari mengejar kucingmu dan kau menabrak seorang anak laki-laki? Anak laki-laki itu adalah aku Hyechan-ah. Sejak saat itu aku mencintaimu. Semakin lama, semakin besar perasaan itu. Hatiku bersorak gembira ketika kutahu bahwa kau adalah adik dari teman sekelasku Dina-ah, yang juga adalah kakakmu. Meskipun sudah bertahun-tahun lewat, tapi perasaan itu tak pernah berubah.” Ujarnya lembut.

Pernyataan itu benar-benar mengejutkanku. Aku tidak menyangka ternyata Oppa sudah menyukaiku sejak dulu. Dikecupnya keningku dengan lembut.

“Gomawo, Hyechan-ah.” Bisiknya lembut ditelingaku.

“Oppa, saranghae.” Ucapku tertunduk malu.

“Nado saranghae, jagiya.” Balasnya memelukku erat. “Oh ya, soal aku pergi ke Jepang. Darimana kau tahu?”

“Dari Unnie.” Jawabku polos.

Tiba-tiba Oppa tertawa terbahak mendengar penjelasanku. “Aisssh, dasar anak kecil. Mana mungkin aku akan pergi ke Jepang. Pasti Dina-ah berbohong tuh padamu. Memang aku mau tinggal dimana kalau pindah ke Jepang?” Jelasnya tertawa.

“Unnie!!!” Teriakku berang.

Nampak Unnie dan Yesung Oppa tertawa geli melihat aku yang baru sadar kalau aku baru dibohongi oleh mereka.

“Hyung, Mianhaeyo. Aku sedikit terbawa perasaan waktu itu.” Tiba-tiba Siwon Sunbae masuk dan melompat ke sebuah sofa di ruang tamu.

“Kau ini Siwon, benar-benar membuatku khawatir!” Gerutu Yesung Oppa pada Sunbae.

“Sebenarnya aku tahu kalau kau menyukai Hyechan-ah. Kau sering sekali mencuri pandang melalui jendela kalau ia ke toilet, kan? Makanya aku sedikit berinisiatif membantumu. Bukannya malah membantu, eh aku malah terbawa perasaan. Mian.” Jelasnya panjang lebar dengan cuek.

Muka Kyuhyun Oppa mendadak memerah. Ia malu dengan yang dijelaskan Sunbae barusan. Aku tersenyum geli melihatnya.

“Hampir saja aku manghajarmu waktu itu, Siwon.” Sungut Yesung Oppa lagi.

Kami hanya tersenyum mendengar gerutuan Yesung Oppa itu. Tiba-tiba Kyuhyun Oppa memelukku erat dan dipandanginya diriku lekat-lekat. Mukanya semakin mendekat. Sepertinya ia akan menciumku, Tuhan! Tiba-tiba kudorong tubuh Oppa menjauh dariku ketika bibirnya tinggal beberapa centi lagi dari bibirku.

Kyuhyun Oppa kaget melihatku melakukan itu.

“Oppa, Mianhae. Aku tidak bisa memberikan ciuman pertamaku padamu.” Isakku. Air mataku mengalir deras tiba-tiba.

“Hyechan-ah, kenapa?” Tanyanya cemas.

“Mianhae, Oppa. Sebenarnya aku ingin memberikan ciuman pertamaku kepadamu tapi. . . sesuatu telah mengambilnya dariku. Aku malu, hik. . .hik. . .hik” Isakku semakin kencang. Kutenggelamkan diriku dalam pelukan Kyuhyun Oppa.

“Siwon! Ini pasti ulahmu kan?!” Ucap Yesung Oppa kesal tiba-tiba.

“Andwae! Bukan aku, hyung! Yang waktu itu belum sempat, sumpah!” Elak Siwon Sunbae tak terima.

“Dasar gadis bodoh! Aku sudah tahu, Jagiya.” Ucap Kyuhyun Oppa lembut. Diusapnya dengan mesra kepalaku. “Ciuman pertama itu telah direbut oleh Xiau Si kan?” Ucapnya tersenyum geli.

“Oppa?!” Teriakku tak percaya. Kutolehkan kepalaku kearah Unnie-ku. Ia hanya tersenyum tidak enak sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

“Apakah Unnie yang cerita, Oppa?” Tanyaku geram.

Kyuhyun Oppa hanya nyengir kuda mengiyakan pertanyaanku itu. Kutatap Unnie tak percaya.

“Jagiya, Xiau Si yang dimaksud itu. . . Kucingmu kan? Seekor Russian’s Blue Cat itu, kan?” Tanya Yesung Oppa tak percaya.

“Eh, iya Oppa. Hehehehe.” Jawab Unnie tanpa dosa. Yesung Oppa hanya menggeleng tak percaya mendengar ucapan kekasihnya itu.

“Kok bisa gitu? Gimana ceritanya sih, Dina-ah?” Tanya Siwon Sunbae penasaran.

“Sebenarnya itu salahku sih, tapi yah aku ceritain deh!” Ucap Unnie cengengesan berlagak polos.

“Waktu itu aku kesal karena Hyechan gak mau kasih makan Xiau Si, jadi aku kerjain aja deh dia. Aku ambil saputangan kesayangannya trus aku ancem deh Hyechan, kalau mau saputangannya ini selamet, dia harus cium Xiau Si. Awalnya aku gak berharap dia cium bibir tuh kucing. (Author: Gua mah, amit-amit dah cium bibir kucing). Aku pikir, paling-paling Hyechan cium pipi atau kepalanya aja, eh gak taunya dia malah cium bibirnya. Karena dah terjadi, ya udin deh gitu kejadiannya. Aku cuma gak nyangka ternyata itu ciuman pertama Hyechan. Ya. . . sedikit banyak aku merasa bersalah sih. Tapi. . . liatkan sekarang, secara gak langsung Xiau Si dah membantumu, adikku yang cantik. Kalau gak gara-gara Xiau Si, gak mungkin dulu kau bisa bertemu Kyuhyun dan Kyu jatuh cinta padamu. Betulkan Oppa?” Jelas Unnie panjang lebar sampe pegel tuh bibir.

“Jagiya, kau ini. Benar-benar usil!” Tiba-tiba Yesung Oppa mengetok kepala Unnie. Ia benar-benar gregetan dengan kelakuan kekasihnya itu.

“Aww. . . Oppa sakit tau!” Ringisnya pada Yesung Oppa.

Tiba-tiba Unnie maju mendekat kearah kami. Ia mengeluarkan sesuatu dari saku roknya. Nampak sebuah benda berwarna Biru Sapphire.

“Kyuhyun, apakah kau tahu? Ia melakukan itu hanya untuk ini. Adikku yang cantik ini benar-benar menyayangi benda ini, sama seperti ia menyayangi pemilik dari benda ini.” Jelas Unnie memandangku. Ia tersenyum pada Kyuhyun Oppa sambil menyerahkan sebuah saputangan kepadanya.

Kyuhyun Oppa membelalak tak percaya. Ia ingat betul, dulu ia memberikan sapu tangan itu ketika Hyechan terjatuh dari sepeda dan lututnya terluka. Ia benar-benar bahagia mengetahui bahwa ternyata Hyechan menyimpan saputangan itu dengan baik sampai saat ini.

“Gomawo, jagiya.” Bisiknya lalu Kyuhyun Oppa mengecup bibirku dengan hangat. Ada sensasi luar biasa kurasakan dalam diriku, tak tergambar dengan kata-kata.

“Ehem. . .ehem, dilarang porno aksi disini. Banyak anak dibawah umur, bu!” Sindir Unnie pada kami berdua.

“Arrrrrgh. . .Unnie! Dasar Unnie tak berperasaan melakukan hal itu kepadaku. Tunggu saja nanti, aku balas!!!” Aku berlari mengejar Unnie berputar-putar dirumah Kyuhyun Oppa itu.

Kyuhyun Oppa, Yesung Oppa dan Siwon Sunbae hanya tertawa geli melihat tingkah kami. Dan kini, Kyuhyun Oppa telah resmi menjadi kekasihku.

“Saranghae, Oppa. . .”

~ Fin ~

NB: Mian sebelumnya kalau ff-nya kurang memuaskan ato gimana. Jadi malu deh, cuz this is my first. Ff ini sebenarnya sebuah hadiah buat Nee-chan q yang selesai UNAS. Thankz udah mau baca n’ comment on my ff. Gomawo. . .

Author: Key_Krizna (Krizna)

Cast: Cho Kyuhyun, Yesung, Choi Siwon, Kim Ryewook, Super Junior

Tag: Oneshoot, Romance, Humor, Fanfiction,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar